Minggu, 13 Oktober 2013

BRONKOPNEUMONIA



1.      Definisi
Pneumonia merupakan peradangan akut parenkim paru-paru yang biasanya berasal dari suatu infeksi. (Price, 1995)
Pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru, distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius, alveoli, serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan menimbulkan gangguan pertukaran gas setempat. (Zul, 2001)
Bronkopneumonia digunakan unutk menggambarkan pneumonia yang mempunyai pola penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi didalam bronki dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. Pada bronkopneumonia terjadi konsolidasi area berbercak. (Smeltzer,2001).

2.      Klasifikasi Pneumonia
Klasifikasi menurut Zul Dahlan (2001) :
a.       Berdasarkan ciri radiologis dan gejala klinis, dibagi atas :
F Pneumonia tipikal, bercirikan tanda-tanda pneumonia lobaris dengan opasitas lobus atau lobularis.
F Pneumonia atipikal, ditandai gangguan respirasi yang meningkat lambat dengan gambaran infiltrat paru bilateral yang difus.
b.       Berdasarkan sindrom klinis
F Pneumonia bakterial berupa : pneumonia bakterial tipe tipikal yang terutama mengenai parenkim paru dalam bentuk bronkopneumonia dan pneumonia lobar serta pneumonia bakterial tipe campuran atipikal yaitu perjalanan penyakit ringan dan jarang disertai konsolidasi paru.


TUBERCULOSIS (TBC)



A.    DEFINISI
    Tuberculosis adalah penyakit infeksi menular pada sistem pernafasan yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis yang dapat mengenai bagian paru.
(Hidayat, Aziz Alimul A, 2006)
     Penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis.
 (Price, Sylvia Anderson, 2005).
    Tuberculosis adalah penyakit yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis yang hampir seluruh organ tubuh dapat terserang olehnya, tapi yang paling banyak adalah paru-paru (IPD, FK, UI).
      Tuberculosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dengan gejala yang sangat bervariasi ( Mansjoer , 1999).


B.     ETIOLOGI
1.      Mycobacterium tuberculosis
2.      Mycobacterium bovis atau Mycobacterium africanum